Kamis, 08 Juli 2010
iri aku !
Sekarang lagi marak ya foto profil sambil mbawa kamera SLR/DSLR..ya pura-pura candid gitulah.healaah..kalo beli slr cuman dibuat gitu aja mending buat aku aja kameranya.Ntar kalo kemana-mana di bawa..ntar dibuat inilah itulah.iri?iya aku iri..aku emang pingin jadi fotografer..jadi rada iri sama yang punya slr..heheuuu.tapi aku masih punya digital kok.not bad.
Aku emang serikan..jengkelan,blablabla..
Nak tersinggung maaf ya..aku males bikin note ini di fb,mending di blog yang sepi.nginggg.
Gunanya kamera mahal mahal..kalo cuman akhirnya cuman dipake sekali seumur idup buat apa?ckck.Mending kalo di pake buat moto-moto dari yang penting sampe ga penting..daripada digantungin?
beruntung mereka yang punya orangtua yang penghasilannya cukup minta tinggal ngomong.cont(karanganbebas)::
anak: "pa/ma,aku beliin kamera slr mboan"
pa/ma:"dimana?"
anak:"disana.."
pa/ma:"ayok sekarang aja.."
Ya allah..enaknya..
Aku wae beli kayak gitu suruh nabung sek o..wakawakawaka
tauk ah bokek :p
saya mau jadi fotografer !
Aku sekarang jarang moto,jarang ngedit..sampe fotofoto seng do minta dieditin sampe njamur.zzz.males yo.
"Mbak aku editin ya?blabla" "kak,aku tolong editin kyk gni ya.."pertamanya sih ayo ayo wae,tapi lama kelamaan..malah ga mood.lalala.fotoku dewe wae mboh mbohan.
tapi pie meneh?aku udah bilang I Y A.huh.yo gpp wes
aku jek bermimpi mimpi punya kamera DSLR Sony.tapi pas tak liat hargane,ada dua.3juta sama 6juta.tapi yg 6juta dpt tambahan lensa kit.aseeem T.T bingung aku.udah gitu suruh beli sendiri lagi.aduuuh mati aku.uang aja gak ada sejuta.akhirnya aku nyaranin ke mama. "mah,duitku ditabung wae rak wes?" mama"bener lho?" aku"hooh".ya gitulah..
target udah punya kamera akhir tahun.aminaminamin :DDD
Dukung saya caranya :ketik nyumbangevita ke nomer $%$^#$^#^#
wokeeh ? :D
Rabu, 16 Juni 2010
1.apa sih bedanya SLR sama DSLR?
2.Terus bagusan mana Digital,lomo,analog,apa SLR?
3.Bagusan merk apa.Canon,Nikon,(terserah kalian)?
4.emang kelebihannya apa kamera (yang menurut kalian bagus) ?
5.kalian milih kamera mahal apa murah apa lumayan?
6.Menurut kalian fotografer sama editor tu sama gak sih?
7.Kenapa kalian suka fotografi/editing ?
8.enaknya fotografi apa?
9.Emang kalo fotografi identik dengan "narsis"?
10.kenapa difoto-foto ditulis blabla photograph bukannya blablabla art?emang photograph tu hasil editan?
copas foto

halohalo..aku kembali lagi nih..
Gimana kabarnya?baik mesti..haha.
Aku disini cuamn pingin share aja..
Saya mau liatin hasil editan saya nih..bagus gak?jelek ga?
Emang sih rada ancur..tapi aku bisaaa..hm..
aku pingin ngasih tau caranya nih..
1.Buka Photoshop
2.Masukan gambar
buka new-open-lalu folder tempat foto.(foto kamu atau orang lain)
3.seleksi orang
maksudnya seleksi,menyeleksi bagian foto yang mau dipindah atau di hapus..sebenernya bisa pake lasso tool..tapi lebih rapi kalau pake quick selection tool..setelah di seleksi, pilih edit-copy
4.Ambil gambar lagi
Ambil gambar..seperti wallpaper yang menurutmu bagus..lalu klik edit-paste..foto 1 yang sudah di seleksi pindah ke foto 2 dan menjadi layer1.
5.otak atik layer 1
kita arahkan kursor panah ke layer 1 klik kanan pilih blending options..pilih drop shadow dan klik 2x.atur bayangannya..
6.Jika ingin menambah gambar..
kalo ngrasa gambatnya kurang colorful bisa ditambah gambar lagi..tinggal mengulang cara 4.
kalau belum ngerti bisa tanya aku di FB.
byee :)
Selasa, 01 Juni 2010
cara menjadi fotografer handal
Tekad Kuat
Pertama, tetapkan dan kembangkan minat. Adanya tekad yang kuat untuk menjadi fotografer sebagai profesi utama sangat penting ditumbuhkembangkan dalam diri seseorang. Cara paling efektif untuk mengembangkan minat adalah dengan membaca buku-buku panduan fotografi dan kisah tokoh-tokoh fotografer terkenal, serta bergaul dengan pemotret lainnya. Dengan cara ini diharapkan, minat menekuni fotografi tidak pupus ditengah jalan.
Kedua, pantang menyerah. Tantangan paling berbahaya yang dapat menjatuhkan minat seseorang menekuni fotografi menjadi pupus adalah, ketika pemotret belum bisa menghasilkan karya foto yang baik. Jika beberapa kali Anda belum bisa menghasilkan gambar yang baik, bahkan mungkin dicela orang yang melihatnya, jangan cepat menyerah dan tidak mau lagi memegang kamera dan belajar memotret.
Dalam dunia potret-memotret tidak ada yang sekali jadi atau langsung berhasil. Semua perlu waktu dan proses. Yang penting mau belajar dan terus berlatih. Jika ini dilakukan, cepat atau lambat, karya foto yang baik hanya masalah waktu dan pasti dapat dihasilkan.
Ketiga, tidak cepat bosan. Bagi mereka yang baru belajar potret-memotret, adakalanya rasa bosan dan jenuh menyelinap di dalam hati, apalagi jika hasil pemotretan belum juga memuaskan.
Rasa bosan merupakan hal yang wajar, asal jangan sampai terlalu lama. Jika rasa bosan dibiarkan, dikhawatirkan dapat merusak minat dan tekad anda menjadi fotografer.
Untuk mengatasi rasa bosan, lakukan kegiatan yang bisa memicu dan menumbuhkan semangat, seperti berburu foto sambil rekreasi, melihat pameran foto dan tentunya tetap teguh pada tekad ingin menjadi fotografer.
Keempat, belajar dan berlatih. Minat dan tekad saja belum cukup mengantarkan seseorang menjadi fotografer. Ketrampilan fotografi baru bisa dikuasai jika seseorang mau secara serius mempejari dasar-dasar dan seluk-beluk dunia fotografi itu sendiri. Walaupun saat ini seseorang bisa dengan mudah melakukan pemotretan dengan kamera digital, namun masalah apa itu diafragma dan penggunaannya, kepekaan film, teknik pencahayaan, komposisi gambar dan hal-hal mendasar lainnya, harus dipelajari dan dikuasai. Hal ini sangat penting sebagai bekal pengetahuan dan ketrampilan bagi seseorang yang menekuni fotografi.
Dengan penguasaan dasar-dasar fotografi, diharapkan seseorang tidak saja mampu menghasilkan gambar yang baik, tetapi juga bisa mengatasi permasalahan di lapangan ketika akan melakukan pemotretan. Misalnya minimnya pencahayaan, pemotretan bergerak dan lain-lain.
Cara mudah untuk mengetahui apakah kemampuan seseorang dalam potret-memotret sudah ada kemajuan atau belum adalah, dengan memotret suatu subjek beberapa kali dengan teknis pemotretan berbeda. Jika hasil pemotretan baik, berarti sudah ada kemajuan yang berarti. Tetapi, jika masih ada beberapa gambar yang jelek, kemampuian memotret masih perlu diasah, karena hasil pemotretan belum konsisten atau baik semua.
Kelima,menentukan jalur kepeminatan. Walaupun dalam suatu pemotretan, teknis memotret suatu subjek dengan subjek lainnya tidak berbeda jauh, dan tidak sulit bagi fotografer profesional untuk memotretnya, namun karena luasnya bidang garapan fotografi (foto model, foto iklan, foto jurnalistik, foto wisata, foto perkimpoian, dan lainnya) disarankan agar para pemotret menentukan kepeminatannya.
Hal ini sangat penting, karena di dalam dunia fotografi profesional, sangat jarang seseorang mau menjadi fotografer general (subjek apa saja mau dipotret), tetapi lebih banyak memilih profesional atau spesialisasi di dalam pemotretan subjek tertentu.
Untuk menentukan peminatan, sebaiknya dilakukan secara alami saja dan jangan dilakukan pada awal-awal belajar. Tujuannya adalah, agar seseorang mempunyai wawasan dan pengalaman yang banyak serta mengetahui lebih jauh seluk beluk memotret berbagai subjek.
Dalam proses perjalanan waktu dan pengalaman memotret, seseorang akan bisa -- dan harus -- menentukan jalur peminatan pemotretan apa yang dia pilih. Dengan cara ini pemotret tidak akan menjadi fotografer general, tetapi profesional.
Keenam, perlengkapan kamera. Seiring dengan kemampuan dan kebutuhan dalam melakukan pemotretan, sebagai fotografer profesional, perlengkapan pendukung kamera secara bertahap harus dilengkapi. Hal ini selain menunjukkan bahwa Anda memang fotografer profesional, juga untuk memudahkan dalam menghasilkan karya foto berkualitas.
Ketujuh, komersialisasi karya foto. Seiring dengan perjalanan waktu, pengalaman memotret, dan kemampuan menghasilkan karya foto yang baik, maka jika semula gambar-gambar yang dihasilkan hanya dijadikan koleksi pribadi/keluarga, sekarang sudah saatnya anda belajar mengkomersilkan hasil karya anda.
Komersialisasi karya foto ini sangat penting, karena selain sudah menjadi minat dan tekad ingin menjadikan fotografi sebagai profesi, juga untuk menguji dan mendapatkan umpan balik sudah sejauhmana penghargaan terhadap karya-karya anda dihargai.
Kedelapan, manajemen diri. Seiring dengan profesi yang disandang, yaitu sebagai fotografer, maka Anda pun harus bisa mengatur dan mengelola segala sesuatunya dengan baik.
Untuk ini, manajemen diri yang profesional harus benar-benar dijalankan. Misalnya membuat dan menepati janji pemotretan atau penyerahan foto, cara berpakaian dilokasi pemotretan, sikap, etika dan lainnya pula diperhatikan dan diberikan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan kepuasan klien yang dipotret.
from:Kaskus.us
Selasa, 25 Mei 2010
persiapan
holaaahola...
Lama nih ga ngisi nih blog.huhu
Hey,aku mau crita nih...
Besok aku mau kejogjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..wkwk
Tapi ini sama temen-temen..gasabar be ge te..
Hmmm..tapi aku bingung mau nyiapin apa dulu yak?
1.Duit(udah)
2.Pulsa(ntar sore)
3.Baterai(ntar jg)
4.Baju(mau dicoba dulu)
5.Jaket(tinggal dilipet)
6.Kamera(moga aja boleh)
7.HP(selaluuu)
8.Tas(yadooong)
9.DST
sipsip






